PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi PerkembanganTeratologi

Aminopterin

aminopterin

Ringkasan Singkat

Obat antagonis asam folat yang digunakan dalam pengobatan leukemia namun memiliki efek teratogenik yang parah jika terpapar pada janin.

Aminopterin adalah obat sitotoksik yang bekerja dengan menghambat enzim yang diperlukan untuk metabolisme asam folat. Awalnya digunakan untuk mengobati leukemia pada anak-anak, obat ini juga pernah digunakan secara kontroversial sebagai agen penginduksi aborsi pada pertengahan abad ke-20. Kasus-kasus di mana janin bertahan hidup setelah paparan aminopterin memberikan bukti dramatis tentang efek teratogeniknya terhadap sistem saraf pusat.

Bayi yang terpapar aminopterin dalam kandungan seringkali lahir dengan cacat fisik dan neurologis yang serius, seperti hidrosefalus, kelainan bentuk tengkorak (kraniosinostosis), dan gangguan perkembangan intelektual dari tingkat ringan hingga sedang. Kondisi ini secara historis dikenal sebagai sindrom aminopterin janin. Karena toksisitasnya yang tinggi dan risiko cacat lahir, penggunaan aminopterin sebagian besar telah digantikan oleh metotreksat, yang memiliki profil keamanan yang sedikit lebih baik namun tetap memerlukan pengawasan ketat.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Thiersch, J. B. (1952). Therapeutic abortions with a folic acid antagonist.
  • Milunsky, A. (1968). Teratogenic effects of aminopterin.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback